Malam pembukaan MTQ ke-7 Kecamatan Talang Muandau, Kamis (30/10/2025), menghadirkan dua gema yang sama-sama menggetarkan jiwa.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Lakukan Pembinaan dan Pelatihan. Dalam pelaksanaan MTQ/STQ pada setiap jenjangnya, peran dan tugas Dewan Hakim MTQ tidaklah ringan, sebuah tugas yang menuntut tanggung jawab.
Di tengah gemerlap panggung MTQ ke-30 Kecamatan Bantan, Senin (27/10/2025) malam, sebuah janji diikrarkan. Ini bukanlah sekadar perhelatan lima hari untuk mencari juara, melainkan titik awal dari sebuah perjalanan panjang untuk melahirkan generasi Qur'ani yang sesungguhnya.
Di hadapan 675 anak-anak dan remaja yang menjadi tumpuan harapan, Camat Bantan, Rafli Kurniawan, menyampaikan sebuah visi yang menyentuh: pembinaan tidak akan berhenti saat tepuk tangan di malam penutupan usai.
“Setelah ini, kami akan ketuk pintu setiap pemerintah desa,” ujar Rafli dengan semangat. “Kami titipkan anak-anak terbaik ini untuk terus dibina. Perjuangan kita tidak selesai di sini.”
Visi ini sejalan dengan pesan hangat dari Bupati Kasmarni. Baginya, piala dan gelar bukanlah tujuan akhir. “Yang kita dambakan adalah melihat nilai-nilai Al-Qur’an ini benar-benar hidup dan bernafas dalam setiap langkah anak-cucu kita, menjadi benteng mereka di era digital,” tutur Bupati.
Malam itu, MTQ Bantan terasa lebih dari sekadar kompetisi. Ia menjadi sebuah akad bersama, sebuah komitmen tulus dari para pemimpin dan masyarakat untuk menyemai benih-benih kebaikan yang akan terus dirawat, jauh setelah lampu panggung dipadamkan.
Pengirim :Malam pembukaan MTQ ke-7 Kecamatan Talang Muandau, Kamis (30/10/2025), menghadirkan dua gema yang sama-sama menggetarkan jiwa.
Aroma kue lopes yang manis berpadu dengan gurihnya lempeng sagu menyambut siapa saja yang memasuki area bazar MTQ ke-7 Kecama.
Di hadapan ratusan wajah muda yang duduk khusyuk di barisan depan, sebuah harapan besar dilantunkan dari panggung megah MTQ k.
Senyum hangat dan mata berbinar penuh kebanggaan terpancar dari wajah Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis, Hj. Siti Aisyah. Di h.

